Ternyata, Router TP-LINK ke-hack…

Mungkin tulisan ini out-todate. Kasus aslinya sudah ada tahun 2013, tapi dua dan tiga minggu yg lalu saya baru mengalami.

Pada saat kejadian pertama, saya belum sadar jika modem TP-LINK saya ke-hack. Karena saat saya coba masuk admin web modem tidak bisa, langsung saya RESET. Masalah hilang.

Pada saat kejadian kedua, curiga ada yg tidak beres dengan modem. Awalnya curiganya pada Speedy, tapi googling (dg HP) ‘speedy dns hijack’ tidak ada petunjuk. Malah mengarah ke TP-LINK, merk modem yg saya pakai.

Tanda-2 modem ke-hack adalah, saat buka google.com atau facebook.com, yg muncul bukannya halaman yg dimaksud melainkan halaman “Update Flashplayer“. Saat klik Install maupun Remaind me Later, sama-sama download file EXE. Lha dalah! Dan…  Klo update flashplayer kan biasanya detek OS client, wong saya pake Linux koq dikasih EXE. Dari sinilah kecurigaan dimulai.

Sudah banyak yg membahas hal ini. Bagaimana bisa terjadi bisa dilihat di sini, intinya karena file rom-0 modem bisa diakses pihak lain, tanpa password dan seting DNS Server telah diubah. Di blog rootatnasro tsb, saran untuk menghindarinya adalah dengan mengarahkan port 80 ke IP yg tidak digunakan dg pengaturan Virtual Server (menu: Advanced Setup > NAT > {pilih Virtual Circuit} > Virtual Server)

Namun setelah saya coba untuk modem TD-W8901G saya, rom-0 modem masih bisa diakses dari http://ipeksternalsaya:8080/rom-0

Kemudia saya coba dengan pengaturan ACL (menu: Access Management > ACL) seperti gambar di bawah, hasilnya file rom-0 modem tidak dibisa dikases dari ipeksternalsaya, baik dengan port 80 maupun port 8080.

acl

Untuk sementara saya bisa bernafas lega…. :)

* Jika cara di atas ternyata tidak manjur, tolong kabari saya… :D

Tidak untuk dijawab

Masihkah kamu pakai Ubuntu?

Install Oracle XE 11.2 di Ubuntu 12.04 64bit Desktop

Sebetulnya main PostgreSQL di Ubuntu lebih asyik dari pada main Oracle walau di Windows sekalipun. Tresno jalaran soko kulino… He.. he.. he…

Tapi apa boleh buat, dunia tak selebar daun kelor. Jiah! Omong apa lagi ini…

Sebelum lanjut baca2, tulisan ini bukan murni hasil kerja saya. Namun hasil nyontek dan penyesuaian dengan pengalaman pribadi. :D

Ini contekannya:

  1. https://forums.oracle.com/forums/thread.jspa?threadID=2301639
  2. http://askubuntu.com/questions/198163/how-to-install-oracle-express-11gr2

Yuk, mulai….

Unduh installernya, di

http://www.oracle.com/technetwork/products/express-edition/downloads/index.html

Pilih yang Linux ya, jangan yang Windows… ;)

Install ‘alien’, bisa dari repo pake

sudo apt-get install alien

 

Ekstrak file zipnya, misal:

unzip oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm.zip

 

Install dari .rpm

sudo alien -i oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm

 

Pemaksaan, agar saat konfigurasi bisa jalan:

sudo ln -s /usr/bin/awk /bin/awk
sudo mkdir /var/lock/subsys

 

Buang ‘memory_target’ dalam kofigurasi standar oracle. Boleh pake vi atau nano atau pico atau yang lain :)

sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/init.ora
sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/initXETemp.ora

#memory_target=418381824

 

Konfigurasi oracle

sudo /etc/init.d/oracle-xe configure

Pastikan tidak ada error :)

 

Biar user saya (eshabe) tidak masalah

sudo usermod -a -G dba eshabe
cd
echo "" >>./.profile
echo '. /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/bin/oracle_env.sh' >> ./.profile

 

Biar banyak pintasan di Desktop…

cp /usr/share/applications/oraclexe* ~/Desktop
chmod 750 ~/Desktop/oraclexe*

 

Bila ada masalah, coba baca2 dua contekan saya di atas :D

Makin Nyaman dg Ubuntu dan LibreOffice

Sebelumnya saya dibuat keki oleh Ooo atau LibreOffice jika harus cetak laporan dalam kertas F4 atau Folio (8.5/13″) landscape.

Di LibreOffice, F4 dikenal dg Long Bond. Sialnya saat dicetak driver2 tidak mengenalinya. CUPS mendeteksinya dari ukurannya kertas. Karena tidak ada yang sesuai maka biasanya dipakailah format kertas Legal (8.5/14″). Sialnya lagi, hasilnya terpotong di bagian kiri.

Sebelum ini, saya mengakalinya dengan menambah 1″ margin kiri. Tentu saja cara ini menyulitkan saya jika harus bekerja di komputer lain yg menggunakan Windows.

Beberapa hari lalu saya menyadari bahwa di Ubuntu cara di atas tidak diperlukan lagi. Karena sudah dikenali sebagai kertas US Folscape.

Bye bye keki…

Printer HP LaserJet 1020 di Ubuntu Precise Pangoline

Menginstall printer di Linux memang gampang-gampang susah, sama halnya dengan di OS komputer sebelah :)

Setelah gatot menggunakan EPSON LQ-2180 di Ubuntu guna mencetak PDF di continues paper, giliran saya temui masalah saat menggunakan HP LaserJet 1020.

Saat instal saya memilih “default” pada semua pilihan. Hasilnya, saat saya mencetak pada posisi potrait, isi halaman paling atas terpotong (tulisan bergeser ke atas).

Solusinya ternyata sangat sederhana, ganti pilihan driver ke “HP LaserJet 1020, hpcups 3.12.2, requires proprietary plugin” bukan yang “foomatic

Dari cemmacem

Ah, bisa cetak di printer sebelah :D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 153 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: