Arsip untuk ‘Batam’ Kategori
Gelora Event: GGWL XII
Gelora (Gerakan linux dan Open Source untuk Rakyat)
bakal bikin acara Gegap Gempita With Linux – GGWL XII
bertajuk
GGWL 12 PASS (Programming and Sharing Solutions)
Tempat : Poltek Batam (RUANG LAB 601)
Hari : Sabtu, 5 Desember 2009
Jam : 09:00-12:00
Sifat Acara : Kumpul Komunitas, Gratis ![]()
Jumlah yang berniat hadir hingga hari ini : 33 orang
Acara :
1. Introducing IT-Club SMK BatuAJi, Model belajar OpenSource SMK BatuAji yang di gagas oleh Abdul Yadi dan Dedi Yasriadi
2. Membuat Aplikasi Web dengan Eclipse,Google Web Tool Kit dan ExtGWT (Abdul Yadi)
3. Membuat Aplikasi Google Android 2.0 dengan Eclipse (Supri)
4. New Distro presentation (Ubuntu 9.10) — Athailah, Sihabul Milah, Andi Felani
5. Repository Share (Local Share for Fedora 12, Ubuntu 9.10)
6. Klinik (Q & A)
7. Bandwith Management using Shorewall (diagendakan jika cukup waktu)
Bagi yang berminat hadir bisa mengirim email ke ==belinx@ gmail .com==
untuk memastikan keikutsertaannya dan juga untuk memastikan
kesediaan tempat.
Batam: Aman, Walau Ada Ribuan Geng
Namun, jika kita ngomong soal gang atau geng atau genk di Batam tidak perlu takut atau merasa serem. Kenyataannya, di Batam memang ada banyak genk. Jumlahnya mencapai ribuan atau puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu tidak ada yang tahu pasti jumlahnya. Yang pasti, ke manapun kita melangkah tak sejengkal pun wilayah yg tidak ada genk-nya.
Berbeda dg. genk di banyak tempat, genk di Batam tidak suka bikin keonaran. Malahan, mereka santun dan ramah. Lho koq?! Karena genk di Batam adalah panggilan eskaesde. Jangan heran bila Anda dipanggil “genk” oleh orang di Batam!
Jangan heran pula bila dipanggil dg. “om” atau “boz”
G’mana boz, masih ga mau datang ke Batam?

Dia Boz Orang Batam
“Pembeli adalah raja.” Kiranya pepatah itu dipegang teguh oleh para pelaku ekonomi di Batam. Tidak hanya saat jual-beli di pasar tradisional dan toko-2 kecil & besar (bukan swalayan), saat naik taksi pun “pembeli” adalah raja. Tawar menawar harga!
Bahkan ada sapaan khusus untuk para “pembeli”, yaitu “boz“. Sehingga pepatah itu menjadi “pembeli adalah boz”.
“Pagi Boz! Cari apa?” Begitulah kurang-lebih sapaan para penjaga toko dan lain2 customer service sektor informal yg ada di Batam pada (calon) pelanggan. Tidak membedakan penampilan (calon) pelanggan. Baik yg. bernampilan boz (betulan), yg. biasa2 atau bahkan yg. berpenampilan seadanya. Semua (calon) pelanggan dipanggil dg. boz!
Pertama kali saya mendengar kalimat sapaan seperti ini, saya agak risih. Wong ora gablek duwit koq diceluk boz. Namun lama-kelamaan…. Enjoy aza
So, jangan kaget ketika dipanggi “boz” dan jangan heran ketika dipanggil “om”.
Soal judul: Kata “dia” berarti siapa saja yg bisa disebut dg “dia”. Semua orang di Batam itu boz bagi orang Batam.
Batam, Kotanya Om-Om!
Bukan bermaksud menguak sisi negatip Kota Batam tercinta… (ceile…. tapi betul, saya cinta koq sama Batam). Tapi memang begitulah adanya, Batam kotanya Om-om!
Tidak percaya? Baiklah, ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri.
Waktu itu adalah jam kerja, di suatu tempat di BIP Muka Kuning (sebuah kawasan industri di Batam)… Seorang cewe cakep mendekatiku lalu berkata “Om, malem minggu ada acara?”. Eh cewe ini…. Belum aku jawab dia sudah melanjutkan. “Om Sihab serumah dengan Om Kholiq, kan?” Weleh…. Si Kholiq, kawanku serumah, seorang Om-om?
“Iya”, jawabku.
“Iya Om…. Kami kawan-kawan di sini mau main ke rumah. Boleh, kan?”
“Boleh. Tapi koq manggilnya Om, sich?”
“Iyalah…. Di sini biasa koq panggil pake panggilan Om, ga ada yang negatip koq.”
Walah…..
NB:
1. Nama cewe sengaja di rahasiakan, karena kisah nyata di atas sudah saya ubah sesuai selera saya.
2. Klo ada cewe yang panggil ente Om, jangan GR dulu!![]()
Komentar (3)
Komentar (3)
Komentar (1)










RSS - Posts



