Batam, Kotanya Om-Om!

Bukan bermaksud menguak sisi negatip Kota Batam tercinta… (ceile…. tapi betul, saya cinta koq sama Batam). Tapi memang begitulah adanya, Batam kotanya Om-om!

Tidak percaya? Baiklah, ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri.

Waktu itu adalah jam kerja, di suatu tempat di BIP Muka Kuning (sebuah kawasan industri di Batam)… Seorang cewe cakep mendekatiku lalu berkata “Om, malem minggu ada acara?”. Eh cewe ini…. Belum aku jawab dia sudah melanjutkan. “Om Sihab serumah dengan Om Kholiq, kan?” Weleh…. Si Kholiq, kawanku serumah, seorang Om-om?
“Iya”, jawabku.
“Iya Om…. Kami kawan-kawan di sini mau main ke rumah. Boleh, kan?”
“Boleh. Tapi koq manggilnya Om, sich?”
“Iyalah…. Di sini biasa koq panggil pake panggilan Om, ga ada yang negatip koq.”
Walah…..

NB:
1. Nama cewe sengaja di rahasiakan, karena kisah nyata di atas sudah saya ubah sesuai selera saya.
2. Klo ada cewe yang panggil ente Om, jangan GR dulu!😀

5 comments so far

  1. Qisthon - Batam on

    Jadi malam minggu ngapain Om:mrgreen:

    eshabe: Och.. Anu… Mo ke Lucky Plaza😛

  2. caktopan on

    wah, saya biasanya dipanggil, bang tuh.

    apakah dikira ojek?

    :d

    eshabe: Iya kali…😀

  3. aris on

    om: om girang
    bang: bang ojek
    pak: terlalu tua
    mas: ndak lagi muda, sdh beristri
    lantas, panggil opo?

  4. Atha on

    Kalo aq malah di panggil Geng ama tukang2 taxi. Tapi itu dulu….

    Sekarang sudah Oom juga, tapi yang manggil anak-anak TK, dan SD😀

    • eshabe on

      @Atha: tunggu tulisan ttg “geng”🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: