Archive for Mei, 2009|Monthly archive page

Akhirnya Datang Juga!

Dia yang kutunggu-kutunggu… Akhirnya datang!
Bersampul coklat tua yang desktop… Yang server hitam!

Ayo… Yg pesan kemarin angkat tangan….! 🙂

Iklan

gSpeedyAlert: Updated!

Kelebihan!

Batam: Aman, Walau Ada Ribuan Geng

Siapa yg. tak kenal Al  Capone? Sosok gangster legendaris yg. bikin heboh Chicago. Kita juga pasti sudah sering dengar Kapak Merah, gang made in Indonesia. Wow, serem!

Namun, jika kita ngomong soal gang atau geng atau genk di Batam tidak perlu takut atau merasa serem. Kenyataannya, di Batam memang ada banyak genk. Jumlahnya mencapai ribuan atau puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu tidak ada yang tahu pasti jumlahnya. Yang pasti, ke manapun kita melangkah tak sejengkal pun wilayah yg tidak ada genk-nya.

Berbeda dg. genk di banyak tempat, genk di Batam tidak suka bikin keonaran. Malahan, mereka santun dan ramah. Lho koq?! Karena genk di Batam adalah panggilan eskaesde. Jangan heran bila Anda dipanggil “genk” oleh orang di Batam!

Jangan heran pula bila dipanggil dg. “om” atau “boz” 🙂

G’mana boz, masih ga mau datang ke Batam? 😀

Yang Paling Kusuka dari Jaunty

Bukan… Bukan kecepatan booting-nya, walau terasa lebih cepat dari Intrepid. Bukan juga soal tampilannya, kestabilannya, juga aplikasi-aplikasi yg dibundel.

Yang paling kusuka dari Ubuntu Jaunty Jackalope adalah: kemudahan pindah server repo!
Sebelumnya, server repo Ubuntu yg ada di Indonesia yg di dafar Server Unduh dlm aplikasi Sumber Perangkat Lunak hanya: ubuntu.indika.net.id. Padahal bagi saya, pengguna Telkomnet Speedy, server repo yg paling cocok adalah dl2.foss-id.web.id karena sama2 dlm jaringan Telkomnet.

Selama ini, sebelum pake Jaunty, saya harus menyunting isi berkas /etc/apt/sources.list. Namun sekarang tingal klik menu Sistem -> Administrasi -> Sumber Perangkat Lunak. Pada tab Perangkat Lunak Ubuntu klik “Lainnya…” dari pilihan Mengunduh dari. Cari Indonesia, pilih dl2.foss-id.web.id lalu klik tombol Pilih. Selanjutnya klik tombol Tutup. Klik tombol Muat Ulang saat muncul dialog konfirmasi.

Tak perlu lagi masuk masuk command line! Ini artinya juga memudahkan saya untuk memadui kawan2 dg Ubuntu. Maklum, masih pada command line phobia 😀

Dia Boz Orang Batam

“Pembeli adalah raja.” Kiranya pepatah itu dipegang teguh oleh para pelaku ekonomi di Batam. Tidak hanya saat jual-beli di pasar tradisional dan toko-2 kecil & besar (bukan swalayan), saat naik taksi pun “pembeli” adalah raja. Tawar menawar harga! 😀

Bahkan ada sapaan khusus untuk para “pembeli”, yaitu “boz“. Sehingga pepatah itu menjadi “pembeli adalah boz”.

“Pagi Boz! Cari apa?” Begitulah kurang-lebih sapaan para penjaga toko dan lain2 customer service sektor informal yg ada di Batam pada (calon) pelanggan. Tidak membedakan penampilan (calon) pelanggan. Baik yg. bernampilan boz (betulan), yg. biasa2 atau bahkan yg. berpenampilan seadanya. Semua (calon) pelanggan dipanggil dg. boz!

Pertama kali saya mendengar kalimat sapaan seperti ini, saya agak risih. Wong ora gablek duwit koq diceluk boz. Namun lama-kelamaan…. Enjoy aza 😀

So, jangan kaget ketika dipanggi “boz” dan jangan heran ketika dipanggil “om”.

***

Soal judul: Kata “dia” berarti siapa saja yg bisa disebut dg “dia”. Semua orang di Batam itu boz bagi orang Batam.

%d blogger menyukai ini: