Archive for the ‘Batam’ Tag

Lomba EMading dan Membuat Desktop Seperti Rumah Sendiri di Ajang BATAM ICT EXPO 2011

Suasana Pameran ICT EXPO 2011

Pada BATAM ICT EXPO 2011 kali ini, EO mengundang komunitas penggiat IT di Kota Batam. Kami dari Gelora (Gerakan Linux Open Source Untuk Rakyat) dengan antusias menyambut undangan tsb. Undangan tsb. juga kami teruskan ke BLUG (Batam Linux User Group) dan BBC (Batam Blogger Community). Alhamdulillah kawan2 dari BLUG juga menyambut dengan antusias maka jadilah kami mengisi stand pameran di samping panggung yang berada di dekat PINTU 1 Kepri Mall.

Sesuai rencana, pada hari ketiga ini Gelora dan BLUG mengadakan lomba EMading dan Membuat Desktop Seperti Rumah Sendiri dengan peserta dari pelajar maupun masyarakat umum.

Belasan perserta berjibaku untuk membuat karya terbaik mereka dengan sumberdaya yang terbatas dan memang sengaja dibatasi. Untuk membuat desktop ini mereka boot tidak menggunakan HD melainkan flashdisk atau memorycard yg berisi LinuxMint! Juga menggunakan media yang sama untuk membuat eMading. Jika sudah seperti itu maka untuk membuat eMading (tulisan dalam format berkas PDF) tidak lain selain menggunakan LibreOffice.

Sayangnya, karena alasan teknis, eMading yang telah dibuat tidak cukup waktu untuk diunggah ke situs yang telah ditentukan.

Mau tahu juaranya?

Ini dia!

Juara pembuatan desktop: Dian Pratama Putra

Dari Lomba Membuat Desktop Seperti Rumah Sendiri

Juara pembuatan eMading: Agung Prastyo Wibowo
eMading

 

Selamat buat para juara!

Laporan Acara GGWL XIV a.k.a. Ngabuburit Share Open Source Software di Politeknik Batam

GGWL XIVAlhamdulillah acara GGWL XIV telah terselengara dg. baik. Acara yg digagas oleh kawan2 GELORA ini dimulai jam 15:30 dan dibuka oleh tuan rumah, Pak Agus dari POSS-Politeknik Batam. Pak Hersam, Lurah GELORA, menjadi penyampai materi pertama dg. topik: dvgrab-ffmpeg-openshot. Pak Hersam mendemokan bagaimana mudahnya meng-capture video dan memanipulsinya menjadi format video yg. biasa kita gunakan; MPEG. Yach, meski beliau menunjukkan dg. cara command line tapi menurut beliau cara ini adalah cara yg sederhana, dan saya setuju! 😀

Dilanjutkan Bpk. Abdul Yadi, progammer paling senior di GELORA, mempresentasikan INFER dan dbilink. Soal dbilink Pak Yadi mendemokan kemampuan dbilink untuk melakukan koneksi database dari Postgre ke MySQL. Seru!

Tak mau kalah dengan para senior, Mas Aswin dan Mas Andria masing-2 mempresentasikan Blender dan Programming in Linux.

Ok. Ada panggilan meeting…. Sampai jumpa di GGWL selanjutnya. Merdeka!

Batam: Aman, Walau Ada Ribuan Geng

Siapa yg. tak kenal Al  Capone? Sosok gangster legendaris yg. bikin heboh Chicago. Kita juga pasti sudah sering dengar Kapak Merah, gang made in Indonesia. Wow, serem!

Namun, jika kita ngomong soal gang atau geng atau genk di Batam tidak perlu takut atau merasa serem. Kenyataannya, di Batam memang ada banyak genk. Jumlahnya mencapai ribuan atau puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu tidak ada yang tahu pasti jumlahnya. Yang pasti, ke manapun kita melangkah tak sejengkal pun wilayah yg tidak ada genk-nya.

Berbeda dg. genk di banyak tempat, genk di Batam tidak suka bikin keonaran. Malahan, mereka santun dan ramah. Lho koq?! Karena genk di Batam adalah panggilan eskaesde. Jangan heran bila Anda dipanggil “genk” oleh orang di Batam!

Jangan heran pula bila dipanggil dg. “om” atau “boz” 🙂

G’mana boz, masih ga mau datang ke Batam? 😀

Dia Boz Orang Batam

“Pembeli adalah raja.” Kiranya pepatah itu dipegang teguh oleh para pelaku ekonomi di Batam. Tidak hanya saat jual-beli di pasar tradisional dan toko-2 kecil & besar (bukan swalayan), saat naik taksi pun “pembeli” adalah raja. Tawar menawar harga! 😀

Bahkan ada sapaan khusus untuk para “pembeli”, yaitu “boz“. Sehingga pepatah itu menjadi “pembeli adalah boz”.

“Pagi Boz! Cari apa?” Begitulah kurang-lebih sapaan para penjaga toko dan lain2 customer service sektor informal yg ada di Batam pada (calon) pelanggan. Tidak membedakan penampilan (calon) pelanggan. Baik yg. bernampilan boz (betulan), yg. biasa2 atau bahkan yg. berpenampilan seadanya. Semua (calon) pelanggan dipanggil dg. boz!

Pertama kali saya mendengar kalimat sapaan seperti ini, saya agak risih. Wong ora gablek duwit koq diceluk boz. Namun lama-kelamaan…. Enjoy aza 😀

So, jangan kaget ketika dipanggi “boz” dan jangan heran ketika dipanggil “om”.

***

Soal judul: Kata “dia” berarti siapa saja yg bisa disebut dg “dia”. Semua orang di Batam itu boz bagi orang Batam.

Habis Gelap Terbitlah Terang

Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran adalah judul buku kumpulan surat-surat Kartini satu abad yang lalu.

Namun saya bukanlah hendak menulis tentang Kartini, walau hari ini (21/4) adalah Hari Kartini. Namun tentang Batam!

Nah loh…! Apa hubungan Kartini dengan Batam? Memangnya ada?

Tentu saja! Tapi yang pasti bukan karena Kartini lahir di Batam atau juga karena (memang) ada Sekolah Kartini di Batam.

Begini lho…

Beberapa waktu lalu, Bapak Walikota Batam Drs. Ahmad Dahlan menerima IGA 2008. Salah satu poin untuk Batam  adalah karena proyek pemasangan 5.500 titik lampu jalan itu….
Nah sampai saat ini, proyek itu masih berjalan. Di daerah sekitar rumah saya, masih dalam tahap pemasangan kabel listrik.

Dengan kelarnya proyek tersebut saya berharap habislah daerah gelap di Batam, yang ada hanya terang! 🙂

Ya, dengan terangnya jalan raya-jalan raya yang biasa dilalui penduduk Batam bisa dilalui dengan nyaman di malam hari.

Pernah suatu saat saya pulang malam dari Sekupang lewat Hutan Wisata Mata Kucing. Wuich…! Ngeri, gelap-lap!

Juga jalan antara Muka Kuning dengan Batu Aji. Gelaaaaaaaap! Padahal jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui para pekerja di Muka Kuning yang tinggal di Batu Aji dan sekitarnya. Pekerja yang pulang malam dan kecapekan ini harus ekstra hati-hati saat pulang ke rumah.

Nah, dengan selesainya proyek tersebut saya berharap banyak penduduk Batam bisa makin aman melintas di jalan raya dan demit-demit sembunyi di atas bukit-bukit. Habis…. Silau man!!

%d blogger menyukai ini: