Archive for the ‘HowTo’ Tag

SIAK 5.x Client di Ubuntu 15.10

SIAK 5.x adalah aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan berbasis web yang dibangun oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Pada versi2 sebelumnya, SIAK mengharuskan client menggunakan Internet Explorer. Namun, pada versi kali ini mengharuskan client menggunakan Firefox dg tambahan Adobe Acrobat Reader, Adobe Flash Player, dan Java. Aplikasi2 pendukung ini sudah disedikan pengembang, namun hanya untuk OS Windows saja.

Untuk pengguna OS Ubuntu 15.10, seperti saya, aplikasi2 pendukung harus dicari sendiri. Setelah gogling kesana-kemari akhirnya bisa juga.

  1. Adobe Acrobat Reader dan plugin-nya
    Lihat di sana dan di sono….
  2. Adobe Flash Player plugin
    sudo apt-get install adobe-flashplugin
  3. Java
    sudo apt-get install icedtea-7-plugin

Sudah!

Screenshot from 2016-03-01 21-20-52

Lalu apa fungsi aplikasi2 tersebut dalam aplikasi SIAK?

  1. Adobe Acrobat Reader plugin; untuk proses pencetakan (penampakan PDF). Padahal, tanpa aplikasi ini pun Firefox dapat menampilkan PDF secara mandiri. Namun jika aplikasi gagal mendeteksi keberadaannya maka tampilan PDF tidak akan ditampilkan.
  2. Adobe Flash Player plugin; Entah! 😀
  3. Java; untuk proses pengarsipan.

Mari bekerja….

Install Oracle XE 11.2 di Ubuntu 12.04 64bit Desktop

Sebetulnya main PostgreSQL di Ubuntu lebih asyik dari pada main Oracle walau di Windows sekalipun. Tresno jalaran soko kulino… He.. he.. he…

Tapi apa boleh buat, dunia tak selebar daun kelor. Jiah! Omong apa lagi ini…

Sebelum lanjut baca2, tulisan ini bukan murni hasil kerja saya. Namun hasil nyontek dan penyesuaian dengan pengalaman pribadi. 😀

Ini contekannya:

  1. https://forums.oracle.com/forums/thread.jspa?threadID=2301639
  2. http://askubuntu.com/questions/198163/how-to-install-oracle-express-11gr2

Yuk, mulai….

Unduh installernya, di

http://www.oracle.com/technetwork/products/express-edition/downloads/index.html

Pilih yang Linux ya, jangan yang Windows… 😉

Install ‘alien’, bisa dari repo pake

sudo apt-get install alien

 

Ekstrak file zipnya, misal:

unzip oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm.zip

 

Install dari .rpm

sudo alien -i oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm

 

Pemaksaan, agar saat konfigurasi bisa jalan:

sudo ln -s /usr/bin/awk /bin/awk
sudo mkdir /var/lock/subsys

 

Buang ‘memory_target’ dalam kofigurasi standar oracle. Boleh pake vi atau nano atau pico atau yang lain 🙂

sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/init.ora
sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/initXETemp.ora

#memory_target=418381824

 

Konfigurasi oracle

sudo /etc/init.d/oracle-xe configure

Pastikan tidak ada error 🙂

 

Biar user saya (eshabe) tidak masalah

sudo usermod -a -G dba eshabe
cd
echo "" >>./.profile
echo '. /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/bin/oracle_env.sh' >> ./.profile

 

Biar banyak pintasan di Desktop…

cp /usr/share/applications/oraclexe* ~/Desktop
chmod 750 ~/Desktop/oraclexe*

 

Bila ada masalah, coba baca2 dua contekan saya di atas 😀

Pilih Mana: Satu Jari atau Dua Jari?

Pertama kali menggunakan ASUS K43BY, saya agak risih karena saya lumayan kesulitan untuk menggulung (scroll) halaman web menggunakan touchpad. Penggulungan sering gagal menggunakan bagian pinggir touchpad. Entah karena tangan saya yg banyak kapal-nya atau bagaimana.

Mau tidak mau saya harus cari alternatif lain (selain menggunakan mouse!). Ternyata, Ubuntu menyediakan fasilitas “dua jari” untuk menggulung halaman.

Dari pojok kanan atas Ubuntu 11.10, saya pilih System Settings.

Ada ikon Mouse and Touchpad, saya klik.

Saya ganti pilihan Scrolling dari Edge scrolling ke Two-fingger scrolling.

Dan… Alhamdulillah, lebih terasa nyaman. 🙂

Setting Port Forwarding di Modem TP-LINK TD-W8901G

Modem yang satu ini memang asik. Selain bisa ngeblok situs-situs tertentu. Fasilitas Port Forwarding atau Virtual Server juga tersedia. Memang tidak seperti TD-8810, menunya agak tersembunyi.

Buka saja aplikasi web modem kamu, misal http://192.168.1.1

Masuk menu Advanced Setup > NAT

Tidak nampak menu Virtual Server? Tenang… Ganti pilihan Virtual Circuit. Klo modem saya di PVC7. (Kamu bisa melihatnya di menu Status.)

Klik Virtual Server.

Isi sesuai kebutuhan.

Local IP Address adalah alamat IP server (lokal) yang akan dikases dari luar (Internet)

Klik Save!

Kekurangan dari modem ini adalah bahwa port luar selalu sama dg port lokal, beda dg TD-8810.

Misalnya kamu membuat Virtual Server untuk HTTP server. Alamat IP luar adalah 125.130.20.111 dan Start & End Port Number kamu isi sama: 8080 dan Local IP Address 192.168.1.22. Maka saat ada orang luar akses ke http://125.130.20.111:8080 modem akan meneruskan (forward) ke http://192.168.1.22:8080. Jadi port yang di server lokal harus sama dg port yang dibuka di modem.

Mengatur Modem TP-LINK TD-W8901G via Web untuk Speedy

Disclaimer: Saya tidak ada hubungan dengan PT. Telkom Indonesia Tbk. kecuali sekedar pelanggan. Saya juga bukan marketer TP-LINK, saya hanya pengguna produknya karena alasan “murah”.

Dari cemmacem

Ini adalah tulisan lain tentang “Mengatur Modem TP-LINK”, muncul karena Modem TD-8810 saya tersambar petir 😦 Sedih memang, tapi hikmahnya saya ada tulisan lain tentang TP-LINK.

Sebetulnya, intinya adalah sama dengan mengatur modem TP-LINK TD-8810, namun web interface yang berbeda dan tentu saja karena modem ini dilengkapi dengan WiFi.

Ok, pertama2 yang harus kamu pastikan adalah komputermu bisa mengakses http://192.168.1.1/ . Silahkan buka di sini untuk melihatnya.

Buka http://192.168.1.1/ di perambah web kesayanganmu, saya menggunakan Mozilla Firefox 3.6 untuk Ubuntu.

Dari cemmacem

Isikan username dg. admin dan password dg. admin juga. Klik OK.

>> Internet

Masuk menu Interface Setup -> Internet.

Dari cemmacem

ATM VC

  • Virtual Circuit: PVC7
  • Status: Activated
  • VPI: 8
  • VCI: 81

Encapsulation

  • ISP: PPPoA/PPPoE

PPPoE/PPPoA

  • Username: nomorspeedykamu@telkom.net
  • Password: katasandispeedykamu
  • Encapsulation: PPPoE LLC
  • Bridge Interface: Deactivated

Klik Save.

>> LAN

Klik LAN

Dari cemmacem

DHCP

  • DHCP: Enabled
  • Starting IP Address: alamat ip awal untuk komputer client. Misalnya: 192.168.1.20
  • IP Pool Count: jumlah client yang dilayani. Misalnya: 10
  • DNS Relay: Use Auto Discovered DNS Server Only. Jika kamu suka dg. DNS lain, misalnya Nawala, pilih Use User Discovered DNS Server Only.  Isi Primary DNS Server: 180.131.145.145 dan Secondary DNS Server: 180.131.144.144

Jangan lupa klik Save.

>> Wireless

Klik Wireless

Dari cemmacem

Access Point Settings

  • Access Point: Activated
  • Channel: INDONESIA ; 06

Multiple SSIDs Settings

  • SSID Index: 1
  • Broadcast SSID: Yes. Agar bisa dilihat dari client
  • SSID: nama accesspoint. Misalnya: WiFiKu
  • Authentication Type: WPA2-PSK. Jangan Disable atau WEP, terlalu beresiko.

WPA-PSK

  • Pre-Shared Key: katasandi untuk masuk jaringan wireless

Klik Save.

Agar client bisa menyambung ke internet, set alamat IP-nya ke DHCP / Auto. Jika kamu sudah paham tentang TCP/IP, bisa2 saja set ke manual.

Saya menggunakan pengaturan spt. di atas pada modem saya di rumah. Client-nya cuma dua: laptop dan hp 🙂

%d blogger menyukai ini: