Ubuntu 15.04 Vivid Vervet dan Lenovo Z40-75 AMD PID

Sudah lama saya tidak menggunakan Ubuntu di lapi, bukan berarti menggunakan OS lain melainkan menggunakan rasa Xubuntu :)

Berhubung lapi lama sudah diacak2 anak2 (lagi), sdh waktunya untuk ganti lapi baru :D  — jadi, sebenarnya ini artikel pamer lapi baru! :P

Ubuntu

Saat lapi baru diterima, versi Ubuntu adalah masih beta2. Saya sempat ragu untuk menggunakan versi ini karena versi beta biasanya berisi banyak kutu kaki. Benar saja, begitu proses instal selesai dan masuk ke Ubuntu yg muncul adalah kotak dialog “Problem Report”. Terus, saat buka OpenOffice, sistem langsung logout. :( Namun begitu di-update, problem2 tsb menghilang sama sekali. Hore!

Apa yg harus diinstal? Klo saya sih wajib install: apache2, php5, mysql-server, mysql-common, phpmyadmin dan openvpn-network-manager. Ha ha ha, namanya juga untuk web app development! Namun ga garing2 amat, warzone2100 juga saya install menemani AD0 dan Steam.

Masalah brightness dan fungsionalitas tombol2 sepesial spt volume up-down, brightness up-down, dll yg saya temui saat install Ubuntu di lapi2 sebelumnya tidak saya temukan kali ini.

Jadi, secara umum Ubuntu Vivid Vervet berjalan mulus di Lenovo Z40-75 PID.

Screenshot from 2015-04-19 22:46:45

Apa yg baru dari Vivid Vervet? Hm… Apa ya? Saya tidak menemukan sesuatu yg sangat spesial dalam versi baru ini walau ada artikel: The five biggest changes in Ubuntu 15.04, Vivid Vervet

Oh ya, kemarin malam (18/4) saat update, tulisan “development branch” versi sudah menghilang.

Lenovo Z40-75 PID

Review tentang lapi ini bisa dilihat di sono! Untuk membandingkan dg hasil review tsb amat sulit bagi saya karena saya pake Ubuntu, yg di sono pake Windows. :)

Saat pake lscp, kecepatan CPU yg terbaca cuma min 1.1GHz dan max 1.9GHz :(

Penasaran, saya instal stress dan cpupower.

Buka dua Terminal

term1$ watch sudo cpupower monitor
term2$ stress -c 1 --timeout 10s

Screenshot from 2015-04-20 00:23:04

term2$ stress -c 4 --timeout 10s

Screenshot from 2015-04-20 00:24:07

Hm… bisa juga dia jalan di atas 3GHz :)

Bagi saya, yg tidak nyaman di Lenovo Z40-75 adalah tombol “klik” dari touchpad yg lumayan keras dan posisi tombol “End” yg berjauhan dari tombol panah. Karena kebiasaan dg lapi lama maka saya sering tekan tombol “PgDn”. :(

Ubuntu Precise – Trusty – BlankOn Suroboyo – ElementaryOS Isis – Xubuntu Trusty

Ubuntu 14.04 Trusty Tahr LTS adalah versi Ubuntu yang hendak saya gunakan sebagai pengganti Precise Pangolin. Precise telah menemani saya selama dua tahun ini di laptop ASUS K43B.

Namun usaha saya untuk install mengalami masalah:

Installer sering hang — untuk mengatasinya saya tambahkan opsi acpi=off di grub saat booting.

Setelah di-install, wireless off, Fn key tidak berjalan dengan baik  — hal ini karena ada opsi acpi=off di grub

Setelah dibuang opsi acpi=off di grub, Ubuntu sering hang, atau tidak bisa login / logout /restart / shutdown.

Setelah gogling sana-sini, nyerah :(

Pindah ke BlankOn Suroboyo, eh saat install hang… pertanda buruk, cari yang lain (padahal saat test dg VirtualBox, lancar).

Pindah ke ElementaryOS Luna, lancar!

Namun yang membuat saya kurang nyaman dengan OS ini adalah File Manager-nya, saat mode “view icon” dan membuka dua jendela, jendela satu berubah jendela yang lain ikut “refresh“.

Pindah ke Xubuntu Trusty Tahr

xubuntu

Sama seperti di Ubuntu, harus menambahkan opsi acpi=off di grub saat booting saat install. Proses install berjalan lancar.

Hasil install juga berjalan lancar, bahkan tanpa opsi acpi=off. Masalah baru timbul setelah saya menjalankan “apt-get upgrade“. Oh…

Masalah seperti di Ubuntu Trusty muncul. Dugaan saya ini karena masalah kernel baru yang dipasangkan saat saya “upgrade” tadi. Mau pindah lagi ke ElemetaryOS? Hm… Tunggu dulu! Setelah gugling ada petunjuk untuk menggunakan driver “fglrx“, saya coba install dengan “apt-get install fglrx“.

Alhamdulillah, lancar! :)

Ternyata, Router TP-LINK ke-hack…

Mungkin tulisan ini out-todate. Kasus aslinya sudah ada tahun 2013, tapi dua dan tiga minggu yg lalu saya baru mengalami.

Pada saat kejadian pertama, saya belum sadar jika modem TP-LINK saya ke-hack. Karena saat saya coba masuk admin web modem tidak bisa, langsung saya RESET. Masalah hilang.

Pada saat kejadian kedua, curiga ada yg tidak beres dengan modem. Awalnya curiganya pada Speedy, tapi googling (dg HP) ‘speedy dns hijack’ tidak ada petunjuk. Malah mengarah ke TP-LINK, merk modem yg saya pakai.

Tanda-2 modem ke-hack adalah, saat buka google.com atau facebook.com, yg muncul bukannya halaman yg dimaksud melainkan halaman “Update Flashplayer“. Saat klik Install maupun Remaind me Later, sama-sama download file EXE. Lha dalah! Dan…  Klo update flashplayer kan biasanya detek OS client, wong saya pake Linux koq dikasih EXE. Dari sinilah kecurigaan dimulai.

Sudah banyak yg membahas hal ini. Bagaimana bisa terjadi bisa dilihat di sini, intinya karena file rom-0 modem bisa diakses pihak lain, tanpa password dan seting DNS Server telah diubah. Di blog rootatnasro tsb, saran untuk menghindarinya adalah dengan mengarahkan port 80 ke IP yg tidak digunakan dg pengaturan Virtual Server (menu: Advanced Setup > NAT > {pilih Virtual Circuit} > Virtual Server)

Namun setelah saya coba untuk modem TD-W8901G saya, rom-0 modem masih bisa diakses dari http://ipeksternalsaya:8080/rom-0

Kemudia saya coba dengan pengaturan ACL (menu: Access Management > ACL) seperti gambar di bawah, hasilnya file rom-0 modem tidak dibisa dikases dari ipeksternalsaya, baik dengan port 80 maupun port 8080.

acl

Untuk sementara saya bisa bernafas lega…. :)

* Jika cara di atas ternyata tidak manjur, tolong kabari saya… :D

Tidak untuk dijawab

Masihkah kamu pakai Ubuntu?

Install Oracle XE 11.2 di Ubuntu 12.04 64bit Desktop

Sebetulnya main PostgreSQL di Ubuntu lebih asyik dari pada main Oracle walau di Windows sekalipun. Tresno jalaran soko kulino… He.. he.. he…

Tapi apa boleh buat, dunia tak selebar daun kelor. Jiah! Omong apa lagi ini…

Sebelum lanjut baca2, tulisan ini bukan murni hasil kerja saya. Namun hasil nyontek dan penyesuaian dengan pengalaman pribadi. :D

Ini contekannya:

  1. https://forums.oracle.com/forums/thread.jspa?threadID=2301639
  2. http://askubuntu.com/questions/198163/how-to-install-oracle-express-11gr2

Yuk, mulai….

Unduh installernya, di

http://www.oracle.com/technetwork/products/express-edition/downloads/index.html

Pilih yang Linux ya, jangan yang Windows… ;)

Install ‘alien’, bisa dari repo pake

sudo apt-get install alien

 

Ekstrak file zipnya, misal:

unzip oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm.zip

 

Install dari .rpm

sudo alien -i oracle-xe-11.2.0-1.0.x86_64.rpm

 

Pemaksaan, agar saat konfigurasi bisa jalan:

sudo ln -s /usr/bin/awk /bin/awk
sudo mkdir /var/lock/subsys

 

Buang ‘memory_target’ dalam kofigurasi standar oracle. Boleh pake vi atau nano atau pico atau yang lain :)

sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/init.ora
sudo nano /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/config/scripts/initXETemp.ora

#memory_target=418381824

 

Konfigurasi oracle

sudo /etc/init.d/oracle-xe configure

Pastikan tidak ada error :)

 

Biar user saya (eshabe) tidak masalah

sudo usermod -a -G dba eshabe
cd
echo "" >>./.profile
echo '. /u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/bin/oracle_env.sh' >> ./.profile

 

Biar banyak pintasan di Desktop…

cp /usr/share/applications/oraclexe* ~/Desktop
chmod 750 ~/Desktop/oraclexe*

 

Bila ada masalah, coba baca2 dua contekan saya di atas :D

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 219 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: