Archive for the ‘Speedy’ Tag

Google YouTube Terasa Lebih Cepat dengan Telkom Speedy?

Rasa penasaranku beberapa hari terakhir ini terjawab sudah. Mengapa anak2 betah menggunakan Google YouTube sampai bandwidth internet melampaui tujuh giga bita, padahal baru pertengahan bulan, padahal langganan Socialia Telkom Speedy? Selain karena anak2 menurunkan resolusinya menjadi 240 (bawaannya: 360), ternyata server google lebih dekat dari biasanya!

Lebih dekat, karena ternyata ada mirror / cache server Google di Telkom, Sekupang, Batam. Ini saya tahu saat ngobrol dg rekan Telkom saat bincang2 kawan Gelora di Angkringan Duta Mas Batam Center.

Untuk meyakinkan diri saya coba mainkan YouTube di peramban kesayangan saya Firefox – Ubuntu. Lalu saya lihat kode halamannya (Page Source) dan saya temukan:

Terima kasih Google! Terima kasih Telkom! Terima kasih pembaca! 😀

Iklan

Telkom Speedy Mengubah Layanan Tanpa Konfirmasi

Saya adalah pelanggan Tekom Speedy Paket Socialia dg. nomor 111602100097. Betapa kagetnya saya saat mengetahui, ternyata penggunaan internet di rumah pada pertengahan bulan ini sudah mencapai 7GB lebih! Koq bisa?! Padahal akhir2 ini kecepatan download juga biasa2 saja tidak drop, kan sudah lebih dari 2GB?

Speedy Alert 15Okt11

Usut punya usut ternyata Telkom Speedy telah mengubah layanannya tanpa konfirmasi dengan pelanggan. Klo layanannya lebih baik sih ga pa pa, ini…. Eh, ini lebih baik kan? Ya ga pa pa lah klo begitu…. 😀

Tarif Speedy Okt 2011

Mengatur Modem TP-LINK TD-W8901G via Web untuk Speedy

Disclaimer: Saya tidak ada hubungan dengan PT. Telkom Indonesia Tbk. kecuali sekedar pelanggan. Saya juga bukan marketer TP-LINK, saya hanya pengguna produknya karena alasan “murah”.

Dari cemmacem

Ini adalah tulisan lain tentang “Mengatur Modem TP-LINK”, muncul karena Modem TD-8810 saya tersambar petir 😦 Sedih memang, tapi hikmahnya saya ada tulisan lain tentang TP-LINK.

Sebetulnya, intinya adalah sama dengan mengatur modem TP-LINK TD-8810, namun web interface yang berbeda dan tentu saja karena modem ini dilengkapi dengan WiFi.

Ok, pertama2 yang harus kamu pastikan adalah komputermu bisa mengakses http://192.168.1.1/ . Silahkan buka di sini untuk melihatnya.

Buka http://192.168.1.1/ di perambah web kesayanganmu, saya menggunakan Mozilla Firefox 3.6 untuk Ubuntu.

Dari cemmacem

Isikan username dg. admin dan password dg. admin juga. Klik OK.

>> Internet

Masuk menu Interface Setup -> Internet.

Dari cemmacem

ATM VC

  • Virtual Circuit: PVC7
  • Status: Activated
  • VPI: 8
  • VCI: 81

Encapsulation

  • ISP: PPPoA/PPPoE

PPPoE/PPPoA

  • Username: nomorspeedykamu@telkom.net
  • Password: katasandispeedykamu
  • Encapsulation: PPPoE LLC
  • Bridge Interface: Deactivated

Klik Save.

>> LAN

Klik LAN

Dari cemmacem

DHCP

  • DHCP: Enabled
  • Starting IP Address: alamat ip awal untuk komputer client. Misalnya: 192.168.1.20
  • IP Pool Count: jumlah client yang dilayani. Misalnya: 10
  • DNS Relay: Use Auto Discovered DNS Server Only. Jika kamu suka dg. DNS lain, misalnya Nawala, pilih Use User Discovered DNS Server Only.  Isi Primary DNS Server: 180.131.145.145 dan Secondary DNS Server: 180.131.144.144

Jangan lupa klik Save.

>> Wireless

Klik Wireless

Dari cemmacem

Access Point Settings

  • Access Point: Activated
  • Channel: INDONESIA ; 06

Multiple SSIDs Settings

  • SSID Index: 1
  • Broadcast SSID: Yes. Agar bisa dilihat dari client
  • SSID: nama accesspoint. Misalnya: WiFiKu
  • Authentication Type: WPA2-PSK. Jangan Disable atau WEP, terlalu beresiko.

WPA-PSK

  • Pre-Shared Key: katasandi untuk masuk jaringan wireless

Klik Save.

Agar client bisa menyambung ke internet, set alamat IP-nya ke DHCP / Auto. Jika kamu sudah paham tentang TCP/IP, bisa2 saja set ke manual.

Saya menggunakan pengaturan spt. di atas pada modem saya di rumah. Client-nya cuma dua: laptop dan hp 🙂

Setting Port Forwarding di Modem TP-LINK TD-8810

Saat modem TP-LINK TD-8810 diset dalam mode PPPoE maka ia juga berfungsi sebagai router (dan firewall?). “Semua” koneksi yang dialamatkan kepadanya akan ditolak, apalagi koneksi ke jaringan di dalamnya.

Misalnya saya hendak mengaktivkan OpenVPN server di komputer dalam jaringan. Mau tak mau saya harus seting modem agar server ini bisa saya akses dari luar, misalnya dari rumah.

Ok, ini langkah2 yang saya gunakan:

  1. Masuk ke web modem sebagai administrator (admin). Misalnya: http://192.168.1.1/
  2. Kemudian masuk ke Advanced Setup – NAT – Virtual Servers lalu klik Add
  3. Isi Server Name dg OpenVPN (atau bisa yg lain)
  4. Isi Server IP Address dg IP OpenVPN server, misalnya 192.168.1.2
  5. Isi External Port Start dan End dg OpenVPN port, misalnya 1194 (atau bisa yg lain menyesuaikan dg konfigurasi server)
  6. Isi Protocol dg TCP/UDP
  7. Isi Internal Port Start dg 1194
  8. Klik Save/Apply

tp-link-1.png

Selesai!

tp-link-2.png

Cara yang sama bisa digunakan untuk Web Server, FTP Server dll..

Siapa yg pake Speedy Alert 3.0?

Menurutku, versi 3.0 dari Speedy Alert adalah versi teraneh dari Speedy Alert yang pernah ada dari Telkom.
Iya sich, sekarang ada versi Linuxnya (saya pake Linux, Ubuntu), pake Java lagi!

Biasanya, orang memilih Java agar aplikasinya bisa cross platform. Bisa jalan di Windows, Linux, MacOS, dll. Tapi anehnya, Telkom merilis Speedy Alert berbasis Java dalam dua versi: Windows dan Linux. Walah….!

Saat mencobanya pun saya mengalami kesulitan. Di halaman download, ditulis untuk menjalankannya adalah dg perintah:

$ ./run

Ga jalan! Yg muncul malah:

bash: ./run: No such file or directory

Dg perintah berikut baru bisa:

$ java -jar ./SpeedyAlert.lin-3.0-exe.jar

Keanehan lain adalah, aplikasi ini meminta password speedy. Padahal tanpa password-pun status Speedy bisa diketahui.

Duh, klo lihat daftar yg terlibat jadi merasa bego sendiri…. 😦

Aplikasi yg aneh!

%d blogger menyukai ini: