Archive for November, 2009|Monthly archive page

Otak-atik GRUB agar Karmic mudah untuk masuk Recovery Mode

Di Jaunty dan rilis2 sebelumnya dari Ubuntu, untuk mengubah timeout GRUB tinggal mengubah berkas menu.lst. Namun mulai  Karmic, Ubuntu menggunakan GRUB2.

Saya kesulitan untuk masuk Recovery Mode di Karmic. Begitu masuk GRUB, saya tekan ESC tapi tidak ada respon. Lha piye iki?

Dari baca2 dan coba2 akhirnya bisa juga. Caranya?

  1. Sunting berkas /etc/default/grub
  2. Set nilai GRUB_HIDDEN_TIMEOUT=3 (atau nilai lain yg lebih besar dari 0)
  3. Simpan
  4. Update grub dg: $ sudo update-grub

grub

Nah, bila Anda adalah salah satu penggemar dual-boot maka cara ini memiliki khasiat yg sama.

Mengaktifkan Adobe Reader Firefox Plugin di Karmic

Screenshot-Add-ons.pngMenggunakan Ubuntu 64 bit adalah pengalaman baru bagiku. Karmic yg kutanam ke lapi adalah versi 64 bit, biasanya aku pake Ubuntu versi 32 bit di kompi rumah dan kantor.

Kebiasaanku adalah membuka berkas PDF langsung dari Firefox setelah berkas PDF diunduh, menggunakan Adobe Reader plugin. Adobe Reader sendiri bisa aku unduh di situsnya adobe. Namun kali ini, aku tidak bisa membuka PDF di Firefox. Usut punya usut, ternyata plugin tersebut sebetulnya untuk sistem 32bit. Pantas saja sebelumnya tidak ada masalah.

Ok, dari ubuntuforum aku peroleh informasi, cukup satu baris perintah untuk mengaktivkan plugin ini.

sudo nspluginwrapper -i /opt/Adobe/Reader9/Browser/intellinux/nppdf.so

Bekerja dengan Ubuntu Software Center

Ubuntu, salah satu distro Linux paling populer saat ini, pada akhir bulan lalu (10/2009) telah merilis versi 9.10 dengan kode Karmic Koala sebuah operating sistem yang user friendly. Pada rilis kali ini, Ubuntu menyajikan sebuah aplikasi manajemen instalasi software bertajuk Ubuntu Software Center.

Bila Anda pengguna iPod dan iPhone (gadget besutan Apple) maka Anda tidak asing lagi dengan manajemen instalasi software semacam ini karena tujuannya sama yaitu ingin memudahkan pengguna menginstall aplikasi yang telah disediakan. Bedanya, Ubuntu mengusung free software.

Di About box: Lets you choose from thousands of free applications available for Ubuntu.

Sebelumnya Ubuntu telah menggunakan tool “Add/Remove…”, namun karena dirasa kurang mengena makanya Ubuntu Software Center diluncurkan.

Apa bedanya dengan Synaptic Package Manager? Dari nama jelas bahwa Synaptic lebih kearah paket. Maka yang saya jumpai di Synaptic adalah daftar paket. Boleh jadi itu paket aplikasi, library, driver, bahkan dokumentasi. Sedangkan di Ubuntu Software Center, yang saya jumpai adalah daftar aplikasi GUI (bukan command line) beserta penjelasannya.

Yuk, mencoba Ubuntu Software Center.

Buka Applications -> Ubuntu Software Center

Klik departemen yg dituju. Coba Programming.

Pilih aplikasi yg akan diinstal atau, bisa juga dengan mengetik nama aplikasi dalam Search Box.

Klik ikon panah ke kanan di bagian kanan.

Klik tombol Install

Saat aplikasi menjalankan proses instal, saya bisa mencari dan menginstal aplikasi lain.

Hm, aplikasi yg bagus!

Install Karmic Koala di Compaq CQ40-512TU

Tadi malam saya coba install Jaunty Jackalope (Ubuntu 9.04) di Compaq CQ40-512TU. Instal berjalan lancar, namun sound ga mau bunyi. Dari googling banyak referensi pemecahan masalah ini yg intinya adalah set opsi modul driver.

#/etc/modprobe.d/alsa-base.conf
options snd-hda-intel model=hp-m4 enable=1 index=0
options snd-hda-intel enable_msi=1

Tadi saya coba instal ke lapi yg sama, Ubuntu 9.10 Karmic Koala 64-bit. Sound OK, wifi lenyap! ūüė¶

Setelah googling, solusinya sederhana:

$ sudo apt-get install --reinstall bcmwl-kernel-source

Setelah itu aku restart, alhamdulillah OK.

%d blogger menyukai ini: